Akui Kemerdekaan Palestina, Prof Haris Apresiasi Perdana Menteri Spanyol

Jember, NU Online Jatim

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan atas pengakuan kemerdekaan Palestina pada Rabu, 15 November 2023. Sanchez juga mendesak Israel untuk mengakhiri serangan di Gaza terhadap kelompok Hamas.

 

Pernyataan PM Spanyol tersebut menjadi bahan perbincangan dan membuat munculnya berbagai tanggapan di kalangan internasional. Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof Dr HM Noor Harisudin SAg SH MFilI CLA memberikan tanggapan positif dan apresiasi atas langkah ini.

 

Prof Haris menyambut baik pernyataan PM Spanyol atas pengakuan kemerdekaan Palestina. Menurutnyq, pernyataan tersebut merupakan langkah maju yang penting dalam rangka mengokohkan eksistensi negara Palestina di panggung internasional.

 

“Pengakuan ini merupakan langkah maju dari pengakuan kemerdekaan Palestina dari para pemimpin dunia, karena elemen penting dalam sebuah negara adalah adanya pengakuan dari pihak lain,” terang Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

 

Prof. Haris mengungkapkan, pengakuan kemerdekaan Palestina oleh pemimpin Eropa, khususnya Perdana Menteri Spanyol dapat memberikan dukungan moral yang signifikan.

 

“Saya mengapresiasi pengakuan ini, tentu sangat baik untuk negara Palestina. Pengakuan kemerdekaan ini sangat bagus, dan saya mendorong pemimpin dunia lain untuk mengikuti apa yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Spanyol, yaitu mengakui kemerdekaan Palestina,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

 

Sebagaimana dilansir oleh TribunNews dan Tempo, pernyataan Pedro Sanchez sebagai PM Spanyol memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pandangan dan tujuan politiknya terkait konflik Israel-Palestina. Selain itu, Pedro Sanchez menjelaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina tidak hanya akan meningkatkan moral Eropa, tetapi juga merupakan langkah penting dalam konteks geopolitik Uni Eropa.

 

“Tidak hanya sebagai tindakan moral, tetapi juga sebagai upaya mencapai stabilitas regional dan perdamaian internasional,” tambahnya dilansir TribunNews.com.

 

Dia menyatakan keprihatinannya bahwa tanpa perdamaian, konflik dapat meluas ke negara lain seperti Lebanon, Mesir atau Yordania dan mengganggu stabilitas kawasan Mediterania.

 

“Apakah kita benar-benar ingin memiliki dua front yang terbuka? Satu di Timur Tengah dan satu di Ukraina? Politik dan diplomasi harus membantu mencegah hal itu, dan itulah yang dibela oleh pemerintah Spanyol,” kata Sanchez.

 

Namun, Sanchez juga menyoroti perlunya gencatan senjata segera dari pihak Israel di Gaza dan kepatuhan yang ketat terhadap hukum kemanusiaan internasional.

 

“Kami menuntut gencatan senjata segera dari pihak Israel di Gaza dan kepatuhan yang ketat terhadap hukum kemanusiaan internasional, yang jelas-jelas tidak dihormati saat ini,” tandasnya.

 

Pengakuan dari PM Spanyol ini diharapkan menjadi momentum untuk mendukung usaha bersama mencapai perdamaian di Israel-Palestina dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara eropa dan negara yang lain untuk mengambil langkah serupa untuk mewujudkan perdamaian dunia.


https://jatim.nu.or.id/tapal-kuda/akui-kemerdekaan-palestina-prof-haris-apresiasi-perdana-menteri-spanyol-gaT6H

Author: Zant