Dies Ke-22 Pimpinan Unwahas Semarang Ziarah Ke Makam Pendiri 

Semarang, NU Online Jateng
Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof KH Mudzakir Ali memimpin ziarah ke makam salah satu pendiri Unwahas di komplek  Pemakaman Umum Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Ahad (7/8/2022).
 

Rektor Unwahas Prof KH Mudzakir Ali mengatakan, perjalanan panjang 22 tahun Unwahas semakin mendewasakan para pengelola Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di ibukota Jateng ini di tengah ketatnya persaingan antarperguruan tinggi dalam  memperebutkan kepercayaan masyarakat.

“Almarhum Kiai Syamsudin Anwar aktif dalam proses persiapan dan perjalanan awal-awal Unwahas yang penuh liku dan kesulitan. Kiai Syamsudin ikut berjuang mendirikan Unwahas. Maka sebagai bentuk penghormatan sekaligus laporan kepadanya kita berziarah dan mendoakan Kiai Syam di tempat ini,” kata Mudzakir usai memimpin ziarah.

Disampaikan, melalui kegiatan ziarah ke makam pelaku sejarah dan pendiri Unwahas diharapkan para pimpinan dan pengelola Unwahas yang sekarang dan yang akan datang dapat menginspirasi semangat kiai syamsudin.

“Capaian Unwahas saat ini merupakan salah satu buah ketekunan dan keseriusan almarhum Kiai Syam bersama generasi pendiri Unwahas yang pada Senin (8/8/2022) menggelar dies natalis ke-22,” terangnya.

Dia menambahkan, PTNU di Semarang saat ini mengelola 21 program studi (prodi) meliputi 16 prodi strata satu (S-1), dua prodi strata dua (S-2), satu prodi strata tiga (S-3) dan dua prodi pendidikan profesi.

Ketua Panitia Dies Natalis yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Nur Kholid menjelaskan, ziarah selain diikuti para wakil rektor dan dekan serta mahasiswa di lingkungan Unwahas juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kudus Nurhadi.

“Ziarah ke makam pendiri Unwahas untuk mendoakan dan keteladanan bagi civitas akademika dan penerus Unwahas,” ucapnya.

Putra almarhum Kiai Syamsudin Anwar Adib Fajrudin yang menyertai rombongan ziarah Unwahas ke makam abahnya mengatakan, saat Kiai Syam masih sugeng dan memimpin Yayasan Perguruan Tinggi NU sebagai penyelenggara Unwahas berpesan Unwahas harus dijaga Ke-NUannya. 

Dikatakan, tujuan Unwahas didirikan untuk meningkatkan SDM warga NU dan meningkatkan martabat bangsa yang berkarakter Aswaja yang harus terus dijaga. Yayasan dan Unwahas agar ditata dan dijaga hubungannya dengan NU. Jangan sampai yayasan dan Unwahas menjadi milik perorangan.  

“Pesan atau amanat atau wasiat dari Abah harus menjadi pegangan penting bagi semua pihak yang terlibat di Yayasan dan Unwahas,” pungkasnya.

Penulis: Samsul Huda


https://jateng.nu.or.id/regional/dies-ke-22-pimpinan-unwahas-semarang-ziarah-ke-makam-pendiri-NqrV2

Author: Zant