Harga TBS Masih Rendah, Kisah Pilu Petani Sawit Pilih Tebang Pohon Milik Sendiri

Jakarta, NU Online

Permasalahan pungutan ekspor CPO kian riuh. Adanya pungutan ekspor tersebut ikut membebani petani kelapa sawit di tengah anjlok dan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit.

“Kebijakan ini terlalu menyiksa petani yang mencari nafkah dari hasil panen sawit. Kalau menghapus sementara jangan sampai anjlok harganya,” ujar petani sawit asal Kutai Timur, Kalimantan Timur Madinatul Hijaz (40) saat dihubungi NU Online, Selasa (19/7/2022). 

Saat ini, ungkap Madi, harga jual sawit TBS turun drastis dari yang semula dihargai Rp3.500/kg kini jadi Rp1.700/kg bahkan di pengepul sejak lebaran idul fitri TBS turun separo harga saat ini berkisar Rp900/kg sampai Rp700/kg. Dampaknya sebagian petani mengaku alami depresi hingga memilih tebang pohon sawit. 

“Saking pusingnya sebagian dari petani menebang sawitnya sendiri diganti dengan pohon karet karena harga turun drastis yang tadinya Rp3.500/kg menjadi Rp1.700/kg,” keluhnya.

Ia menilai, pungutan ekspor akan menjadi penghambat upaya untuk kembali mendongkrak ekspor CPO usai dilarang Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. 

“Dengan belum pulihnya ekspor CPO ini membuat harga TBS sawit yang tengah ambruk sulit untuk merangkak naik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115 Tahun 2022. Di dalamnya disebutkan hingga akhir Agustus, pemerintah menggratiskan pungutan ekspor produk CPO dan turunannya, seperti biji sawit, minyak sawit mentah (CPO), used cooking oil, dan sebagainya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kebijakan penghapusan tarif pajak ekspor CPO untuk sementara waktu itu merupakan respons atas situasi industri kelapa sawit di dalam negeri.

Meski demikian, pembebasan pungutan ekspor produk sawit dan turunannya ini tidak berlaku permanen. Artinya, kata dia, jika harga CPO global turun, tarif pungutan ekspor juga akan turun dan murah.

Dia menjelaskan, kebijakan ini berlaku sampai dengan 31 Agustus 2022. Setelah itu atau per 1 September 2022 Kementerian Keuangan menerapkan tarif pungutan ekspor CPO yang sifatnya progresif.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya telah menargetkan harga TBS sawit di tingkat petani dapat mencapai Rp2.400 per kg.

 

“Kita akan melakukan segala upaya untuk tandan buah segar ini. Saya sudah hitung ya, harusnya harganya Rp2.400,” kata Zulkfili di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/7) seperti dikutip Antara.

TBS adalah buah kelapa sawit setelah dilepas dari tandan, yang kemudian diolah dan diproses menjadi dua produk utama, yakni minyak sawit mentah atau CPO dan minyak inti sawit atau PKO.

Berdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), harga rata-rata TBS sawit dari kebun petani swadaya adalah Rp1.084 pada 16 Juli 2022. Harga ini naik dari sebelum kebijakan diumumkan, pada 14 Juli 2022 harga TBS sawit dari kebun petani swadaya sekitar Rp916/kg.

Berdasarkan data Apkasindo, stok CPO Indonesia per awal Juli, setelah dikurangi konsumsi domestik, telah mencapai 10,9 juta ton. Pada keadaan normal, stok dalam negeri ada pada kisaran 3-4 juta ton per bulan. 

Berdasarkan data GAPKI, volume ekspor minyak sawit nasional pada Mei 2022 mencapai 678 ribu ton. Jumlah ini anjlok 68% dari volume ekspor April 2022 yang mencapai 2,1 juta ton.

Penurunan drastis ini terjadi akibat pelarangan ekspor minyak sawit yang diberlakukan selama periode 28 April-22 Mei 2022.

Kontributor: Suci Amaliyah

Editor: Fathoni Ahmad

Download segera! NU Online Super App, aplikasi
keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung
aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

https://www.nu.or.id/nasional/harga-tbs-masih-rendah-kisah-pilu-petani-sawit-pilih-tebang-pohon-milik-sendiri-jO8ND

Author: Zant