Hima BKPI STITNU Gelar Workshop Kesehatan Mental 

Pangandaran, NU Online Jabar 
Sadar akan pentingnya kesehatan mental Himpunan mahasiswa (Hima)  Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) STITNU Al Farabi Pangandaran menggelar workshop dengan tema ‘Refleksi Diri untuk Kesehatan Mental.

 

Acara yang dilaksanakan pada Kamis (21/7/22) di Aula Kampus STITNU Al Farabi Pangandaran tersebut di hadiri oleh ketua STITNU Alfarabi di Pangandaran Drs. Asep Saepurrohman, ketua Prodi BKPI Ade Nurzaman, dan seluruh ketua ormawa,Ketua BEM, DPM, HIMA MPI, PIAUD,dan BKPI.
 

Acara workshop ini merupakan kelanjutan dari acara Webinar yang sebelumnya telah diselenggarakan Hima BKPI.

 

“Acara Workshop kesehatan Mental Ini merupakan Acara Lanjutan dari acara Webinar Kesehatan mental, hanya saja webinar membicarakan teori kalo workshop lebih banyak praktik,” kata Ketua HIMA BKPI, Amarulloh.

 

Ketua BEM STITNU, Ujang Sirojul Fauzi mengatakan, kegiatan workshop kali ini sudah sangat menjalur sesuai dengan jurusan. Menurutnya tugas Hima memang untuk menampung aspirasi dan membimbing serta memfasilitasi mahasiswa di lingkungan jurusannya.

 

“HIMA itu melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pengembangan kemahasiswaan di tingkat jurusan yang berkaitan dengan pengembangan penalaran dan keilmuan serta sikap profesi sesuai bidang ilmu dan program studi  yang ada dijurusannya masing masing,” tambahnya.

 

Kegiatan tersebut diisi langsung oleh dua narasumber dosen STITNU yang kompenten dalam ilmu sikologi. Diantaranya Nishfa Farid dan Syarifah.

 

“Saya berharap dengan adanya kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Hima ini, mampu memberikan wawasan serta menambah kapasitas intelektual teman-teman mahasiswa,” lanjut Fauzi.

 

Ketua Prodi BKPI Ade Nurzaman mengatakan, ada dua faktor dalam  penomena sosial atau masyarakat yang sering kita dengar tentang kriminal yakni individu yang memiliki gangguan atau sakit jiwa, mudah marah, mudah menyalahkan orang lain.

 

“Faktor tersebut yakni pendidikan atau perlakukan orang tua ketika masih kecil dan ketidakmampuan seseorang untuk menyesuaikan diri pada lingkungannya,” jelas Ade Nurzaman.

 

Ketua STITNU Alfarabi Pangandaran mengatakan, lulusan BKPI  ini sangat dibutuhkan di setiap lembaga, terutama di lembaga pendidikan. Ia berharap Mahasiswa STITNU kuliah dengan sebaik-baiknya.

 

“Harapan saya ada riview bahwa kemampuan sarjana lulusan BKPI ini adalah konseling, secara praktik bukan secara teoritis,” pungkas Asep.

 

Pewarta: Soleh Hidayat
Editor: Agung Gumelar

https://jabar.nu.or.id/pangandaran/hima-bkpi-stitnu-gelar-workshop-kesehatan-mental-tSfzU

Author: Zant