Ini Alasan LAZISNU Jatim Berbagi 10 Ribu Kacamatan Gratis

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah (PW) NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur memiliki alasan penting merealisasikan program berbagai 10.000 kacamata gratis pada guru ngaji, santri dan dhuafa. Program ini bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang didukung penuh Ikatan Profesi Profesi Optometrist Indonesia (Iropin).

Muhammad Suib, Wakil Ketua PW NU Care-LAZISNU Jatim menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari semakin masifnya guru dan santri bersentuhan dengan gadget saat pembelajaran daring yang radiasinya sangat tinggi pada mata selama pandemic Covid-19.

Artinya, di saat Covid-19 seluruh aktivitas pembelajaran dipaksa menggunakan gadget guna memutus mata rantai penularan.

“Awalnya tidak berminat, karena program ini baru bagi LAZISNU di tingkat cabang. Selain itu, mereka sudah terbiasa dengan program santunan, bedah rumah, perbaikan jembatan, beasantri dan beberapa program produktif seperti Bina Desa Nusantara untuk modal kerja,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim.

Setelah dipancing dengan penambahan kuota, lanjutnya, malahan banyak yang membuka donasi pada donatur dan mitra untuk mendukung program tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan, ada pula dana infaq yang diberikan LAZISNU.

“Yang jelas bukan menggunakan dana donasi Semeru dan sejenisnya. Artinya, dana ini dialokasikan khusus 1 program saja,” ujarnya.

Selain itu, lewat program ini, pihaknya bisa sharing program sehingga tidak sekedar menerima program Iropin saja, tetapi berupaya bagaimana program ini dilaksanakan secara berkelanjutan atau tidak harus dilaksanakan oleh PW LAZISNu semata.

“Langkah awal dengan kuota 300, kami beri bonus yang tidak begitu banyak. Alhamdulillah pancingan ini mendapat respon dari semua pihak. Namun ke belakangnya kami batasi lagi, karena keterbatasan kuota. Jadi, kegiatan yang awalnya tidak diminati menyita perhatian publik guna berbondong-bondong memberikan donasi tambahan di setiap daerah,” ujar alumni Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo itu.

Disebutkan, dari 20 titik yang sudah disambangi, salah satunya di Kota Keris, kuota yang dibatasi selalu bertambah atau lebih dari 50 persen. Sedangkan estimasi dana per-kacamata plus framenya mengikuti harga terendah di pasaran atau Rp200 ribu.

“Untuk mengetahui pengeluaran, bisa dikalikan dari jumlah peserta di setiap daerah. Kurang lebih 1 setengah miliar dengan total 7.000 an kacamata. Ditambah lagi sisanya 3.000 kacamata yang jumlah bisa mencapai Rp2 miliar,” tutur alumni Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo itu.

Suaib menyatakan, di tahun depan diproyeksikan di event lainnya. Bahkan Iropin akan mengevaluasi agar bisa dilaksanakan yang kedua kalinya dengan melihat respon dan kebutuhan masyarakat dengan jumlah yang banyak.

“Kami yakin, Iropin akan bekerja sama lagi dengan LAZISNU, meskipun saat ini Iropin hadir demi memperingati hari ulang tahunnya ke-50 tahun. Kami berharap pada Iropin untuk berbagi lagi di luar momentum ini,” harapnya.

Sebagaimana fakta yang ada, sambungnya, komunikasi LAZISNU dengan Iropin sangat baik dan cair. Mereka punya kepedulian dan terpanggil setelah diajak oleh LAZISNU ke pelosok desa.

“Iropin melihat sendiri bahwa banyak warga yang membutuhkan kacamata, namun ekonominya lemah. Jangankan membeli kacamata, makan pun sulit. Fakta inilah yang membuat Iropin tersentuh hatinya dan bisa turun ke bawah untuk berbagi,” pungkasnya.


https://jatim.nu.or.id/madura/ini-alasan-lazisnu-jatim-berbagi-10-ribu-kacamatan-gratis-ELb6m

Author: Zant