Jika Hitungannya Kurang, Biarlah Jadi Sedekahnya

Mbok Inah meski sudah lanjut usia, namun warung makannya tetap ramai pengunjung, bahkan di jam-jam makan warungnya dipenuhi oleh orang-orang yang hendak memanjakan mulut dan perutnya sehingga tidak jarang tampak antrian yang panjang.

   
Setiap kali pembeli hendak membayar, mbok Inah selalu mengatakan hitung sendiri karena saya tidak bisa berhitung. Memang mbok Inah tidak pernah sekolah, ia hanya percaya dan khusnudzan kepada pembeli dan ketika ditanya “apakah tidak takut rugi kalau ada orang yang menghitungnya kurang?, jawabnya “kalau ada yang menghitung kurang, maka yang kurang itu saya sedekahkan.”

Sepeninggalnya mbok Inah, warung makannya diteruskan oleh anaknya yang sarjana ekonomi, warung dirombak bak rumah makan modern dengan manajemen modern dan cara pembayarannya pun secara modern pula, tapi semakin hari warung makannya bukan bertambah ramai tapi semakin hari semakin sepi.

   
Ternyata sedekah dan keikhlasan mbok Inah telah menjadikan warungnya laris dan berkah. Percayalah!, apa yang engkau infak dan sedekahkan pasti akan diganti oleh Allah SWT. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Saba Ayat 39:

قُلۡ اِنَّ رَبِّىۡ يَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖ وَيَقۡدِرُ لَهٗ ؕ وَمَاۤ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ فَهُوَ يُخۡلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيۡرُ الرّٰزِقِيۡنَ

Artinya:
Katakanlah, sungguh Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (QS Saba : 39)

Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


https://jateng.nu.or.id/taushiyah/jika-hitungannya-kurang-biarlah-jadi-sedekahnya-A7YyJ

Author: Zant