Keluarga Mahasiswa NU Magelang Gelar Safari Silaturahim ke Kiai NU

Magelang, NU Online Jateng
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Pusat menggelar silaturahim ke ulama penjuru nusantara pada momentum Idul Fitri 1445 Hijriah di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Koordinator KMNU wilayah Magelang Muhammad Zaki Iqbal mengatakan, silaturahim kepada para ulama dan kiai NU bagian dari upaya menyambung sanad keilmuan yang sudah mentradisi dan dilakukan secara rutin setiap tahun.

“Sowan ulama penjuru nusantara salah program kerja yang dimiliki oleh KMNU Pusat. Tidak jauh tujuan adanya program kerja ini adalah untuk kegiatan bersilaturahim kepada tokoh ulama NU atau biasa disebut sowan,’ ujarnya kepada NU Online Jateng, Sabtu (20/4/2024).

Disampaikan, kegiatan silaturahim sudah berjalan tiap tahunnya, di mana kegiatan ini dilakukan untuk merajut kebersamaan mahasiswa di bawah naungan KMNU dan dilakukan di setiap daerah masing-masing. 

“Di Magelang sendiri bersilaturahim ke KH Yusuf Chudlori Tegalrejo, Ketua PWNU Kabupaten Magelang KH Ahmad izzudin, Mustasyar PCNU Kabupaten Magelang KH Agus Ali Qoishor, dan lain-lain,” ucapnya.

Dijelaskan, kegiatan KMNU daerah Magelang tidak hanya silaturahim saja, tetapi juga diadakan kegiatan yakni ziarah makam, antara lain berziarah ke KHR Ma’sum Punduh Kidul yang berlokasi di Kecamatan Tempuran dan Makam Santren Watucongol yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Magelang.

Dari beberapa dawuh-dawuh yang sangat bagus berisi mutiara dan tentunya bagus untuk memotivasi teman-teman generasi muda NU. Kegiatan silaturahim KMNU di respons baik dari kalangan tokoh ulama NU.

“Kegiatan ini sangatlah berdampak positif, kegiatan ini juga salah satu untuk memperkenalkan  organisasi KMNU, kemudian untuk bisa bersilaturahmi dengan para tokoh-tokoh ulama, meminta doa, dan meminta nasihat para ulama untuk menvotivasi kita sebagai generasi muda yang sewajarnya akan mempertahkan dan meneruskan estafet NU,” ungkapnya.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Magelang Kiai Kholil Mustamid Asrori menyampaikan, keahlian itu yang mengarahkan kita untuk mencari profesi. Sedangkan berilmu itu tentang kebenaran hati (hakiki). 

“Jadi kenapa sekarang banyak yang melakukan kesalahan seperti korupsi dan sebagainya itu karena baru memiliki keahlian, tetapi belum memiliki ilmu,” pungkasnya.

Pengirim: M Wasiul Hakim
 


https://jateng.nu.or.id/regional/keluarga-mahasiswa-nu-magelang-gelar-safari-silaturahim-ke-kiai-nu-PupD0

Author: Zant