Kenali 7 Perbedaan Cacar Monyet, Cacar Air dan Cacar lainnya

Jakarta, NU Online

Seiring mewabahnya monkeypox atau cacar monyet yang tengah menjadi masalah kesehatan global, masyarakat mesti ekstra waspada jika mendapati gejala ruam dan munculnya bintik-bintik berisi cairan atau nanah. 

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan bahkan menemukan seorang pasien yang diduga terjangkit cacar monyet di Jawa Tengah. Pasien tersebut kini menjalani isolasi secara mandiri dan tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mengenal lebih dekat ketiga penyakit ini simak perbedaan cacar monyet (monkeypox), cacar air (chickenpox), dan cacar (smallpox) yang perlu diketahui: 

1. Penyebab penyakit

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan virus monkeypox, bagian dari genus Orthopoxvirus. 

Sementara dikutip dari Alodokter, cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster. Varicella merupakan virus herpes yang dikategorikan ke dalam kelompok organisme penyebab infeksi seperti herpes genital. 

Dikutip dari Hellosehat, Cacar (smallpox) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus variola. Karakteristik utama dari cacar adalah penyebaran lenting atau bintil lepuhan yang berisi nanah di tubuh. Penyakit ini kerap disamakan dengan cacar air.

2. Penularan penyakit

Meski ada beberapa perbedaan, dua penyakit ini sama-sama menular. Mengutip Badan Kesehatan Dunia (WHO) cacar monyet merupakan zoonosis, yakni penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Sedangkan penyakit cacar air dan cacar hanya menular dari manusia ke manusia.

 

3. Gejala demam

Dua jenis penyakit ini memiliki gejala yang sama yaitu demam, namun durasi demam dari cacar monyet dan cacar air berbeda.

Pada cacar monyet, seseorang bisa mengalami demam selama satu sampai lima hari sebelum ruam mulai muncul.

Sedangkan orang yang mengalami cacar air akan memiliki suhu tubuh tinggi selama satu hingga dua hari baru ruam akan muncul.

Dalam artikel yang diterbitkan Balai besar penelitian dan pengembangan vektor dan reservoir penyakit Kementerian Kesehatan RI disebutkan, pada manusia gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan.

Gejala ini dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala dan tanda cacar monyet lainnya:

•Sakit kepala
•Demam akut >38,5oC
•Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
•Nyeri otot/Myalgia
•Sakit punggung
•Asthenia (kelemahan tubuh)
•Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

4. Gejala ruam

Dalam artikel yang sama di atas, disebutkan juga disebutkan bahwa gejala lain setelah demam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Gejala ruam kulit bisa datar atau sedikit menonjol, berisi cairan bening atau kekuningan, dan kemudian bisa mengeras, mengering dan rontok. Jika seseorang merasa memiliki gejala yang mungkin merupakan cacar monyet, mintalah saran dari penyedia layanan kesehatan.

Sementara itu, cacar air gejala pertama muncul ruam pada wajah, belakang telinga, dada dan perut, lengan dan kaki, dan kulit kepala. Pada beberapa kasus ruam dapat muncul di dalam mulut, telapak tangan, dan telapak kaki.

Ruam biasanya berawal dari bintik-bintik kecil. Bintik ini secara bertahap akan berkembang menjadi luka atau lepuhan, yang dapat menjadi sangat gatal. Dua hari setelah lepuhan muncul, bintik-bintik ini akan berair dan mongering, yang kemudian akan menghilang dengan sendirinya setelah 1 atau 2 minggu.

Cacar air juga dapat menyebabkan gejala yang tidak biasa, seperti dehidrasi, kantuk, nyeri dada, dan kesulitan bernapas.

 

5. Kondisi kelenjar getah bening

Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. 

Dikutip dari Alodokter, Gejala cacar monyet ditandai dengan kelenjar getah bening bengkak. Terutama di leher, ketiak, atau selangkangan. Sedangkan gejala cacar air dan cacar tidak disertai pembengkakan kelenjar getah bening. 

 

6. Masa inkubasi

Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengemukakan umumnya masa inkubasi cacar monyet membutuhkan waktu hingga tiga minggu sampai timbulnya gejala. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6 hingga 13 hari. Namun, bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5 hingga 21 hari.

Untuk penyakit cacar air, masa inkubasinya selama 10 sampai 21 hari. Sedangkan untuk penyakit cacar, masa inkubasinya selama 7 sampai 19 hari. 

 

7. Lama gejala penyakit sampai sembuh

Kementerian Kesehatan menyebut cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat. Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar 10% pasien dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, penyakit cacar air (chickenpox) biasanya bisa sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu. Meskipun begitu gejala seperti demam dan lenting yang gatal bisa mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman.

Kontributor: Suci Amaliyah

Editor: Fathoni Ahmad

Download segera! NU Online Super App, aplikasi
keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung
aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

https://www.nu.or.id/kesehatan/kenali-7-perbedaan-cacar-monyet-cacar-air-dan-cacar-lainnya-FLaFA

Author: Zant