Ketika Kabar Hoaks Rambah Secara Berantai

Akhir-akhir ini banyak berita atau kabar hoaks yang berseliweran di media sosial yang kemudian merambah semakin liar secara berantai. Merambahnya kabar hoaks adakalanya diforward (diteruskan) melalui media sosial atau merambah secara liar dari mulut ke mulut.

    
Kabar hoaks yang diforward (diteruskan) melalui media sosial kebanyakan tidak diverivikasi terlebih dahulu kebenarannya (tanpa dilakukan tabayun), yang ada justru dibumbui dengan narasi-narasi yang seakan benar adanya, dan itulah yang sering menyesatkan dan menggelincirkan orang yang terpapar berita hoaks.

    
Tidak jarang kabar hoaks menjadi ajang membunuh karakter seseorang lantaran yang disebar itu berbau fitnah atau penganiayaan secara verbal. Sakit memang menjadi korban hoaks di media sosial, mengapa?, karena biasanya orang yang terpapar kabar hoaks meyakini kebenarannya, sedangkan sanggahan yang datang kemudian seringnya terabaikan dan dianggap sebagai pembelaan (membela diri).

   
Berdoalah kepada Allah SWT seraya memohon agar dihindarkan dari penyesatan dan kesesatan, dihindarkan dari berbuat aniaya atau dianiaya. Inilah doa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Allahumma inni a-‘udzu bika an adlilla aw udlolla, aw azilla aw uzalla, aw adzlima aw udzlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya: 
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.

Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


https://jateng.nu.or.id/taushiyah/ketika-kabar-hoaks-rambah-secara-berantai-6TU3H

Author: Zant