Ketika Mayat di Atas Keranda

Alangkah nikmatnya orang-orang shaleh shalehah ketika mati, mereka tidak ingin berlama-lama tinggal di rumah duka. Jenazah-jenazah mereka ingin disegerakan menuju ke pamakaman, bahkan ketika mereka telah berada di atas keranda mereka berkata, “segerakanlah aku menuju ke pemakaman, karena aku ingin segera merasakan nikmat kubur yang bertabur rahmat”.

   
Sebaliknya, orang-orang yang berlumur dosa tidak ingin disegerakan menuju ke pemakaman karena ia takut akan dahsyatnya fitnah kubur dan ketika jenazah-jenazah mereka berada di atas keranda, ia menjerit-jerit ketakutan, cuma telinga manusia tidak mendengarnya, mereka berkata “aku ini mau dibawa kemana?”.

Hadits nabi:
 

وعن أبي سَعيد الخدرِيِّ ، رضي اللَّه عَنه ، أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إذا وُضِعتِ الجَنَازَةُ واحْتمَلَهَا النَّاسُ أَو الرِّجالُ عَلى أَعْنَاقِهمِ ، فَإِنْ كانَتْ صالِحَةً قالَتْ : قَدِّمُوني قَدِّمُوني ، وَإنْ كانَتْ غَير صالحةٍ ، قالَتْ : يا ويْلَهَا ، أَيْنَ تَذْهَبُونَ بَها ؟ يَسْمَعُ صَوتَها كُلُّ شيءٍ إلاَّ الإِنْسَانُ ، وَلَوْ سَمِعَهُ لَصَعِقَ .

Artinya:
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: Apabila jenazah itu telah diletakkan -dalam usungan- dan orang-orang lelaki membawanya di atas leher-lehernya -diangkat ke kubur-, maka jikalau jenazah itu shaleh, ia berkata: “Dahulukanlah aku, dahulukanlah aku,” yakni segerakan ditanam karena sudah amat rindu pada kerahmatan serta kenikmatan dalam kubur. Tetapi jikalau jenazah itu bukan shaleh, maka iapun berkata: “Aduhai celakanya tubuhku, kemana engkau semua membawa tubuhku ini.” Suara jenazah itu dapat didengar oleh segala benda, melainkan manusia, sebab andaikata ia mendengarnya, tentulah ia akan mati sekali.” (HR Bukhari)

Penulis: H Ahmad Niam Syukri


https://jateng.nu.or.id/taushiyah/ketika-mayat-di-atas-keranda-xGCYe

Author: Zant