Konflik dalam Islam Menurut Abduh

Konflik dalam Islam sepertinya tak pernah berhenti, sejak dulu hinhga hari ini dan entah sampai kapan. Mengapa?

Al-Ustaz al-Imam Muhammad Abduh, sang pembaru dari Mesir yang amat terkenal, mengatakan: 

قال الاستاذ : لم يسمع فى تاريخ المسلمين بقتال وقع بين السلفيين (الآخذين بعقيدة السلف) والاشاعرة والمعتزلة مع شدة التباين بين عقائدهم. نعم, سمع بحروب تعرف بحروب الخوارج كما وقع من القرامطة وغيرهم. وهذه الحروب لم يكن مثيرها الخلاف فى العقائد وانما اشعلتها الآراء السياسية تشبه ان تكون لاجل العقيدة وهى ما وقع بين دولة ايران والحكومة العثمانية  والوهابيين. ولكن يتسنى لباحث بادنى نظر ان يعرف انها كانت حروبا سياسية. أما الحروب الداخلية التى حدثت بعد استقرار الخلافة فى بنى العباس واضعفت الامة وفرقت الكلمة فهى حروب منشأها طمع الحكام وفساد اهوائهم. واكبر داء دخل على المسلمين فى هممهم وعقولهم انما دخل عليهم بسبب استلاء الجهلة على حكومتهم. أقول “الجهلة” واريد اهل الخشونة والغطرسة الذين لم يهذبهم الاسلام ولم يكن لعقائدهم تمكن من قلوبهم. (ابن رشد وفلسفته مع نصوص المناظرة بين محمد عبده وفرح انطون, دار الفاربى, بيروت, لبنان, ط الاولى, 1988, ص 17-218)

”Tidak ada informasi yang pasti bahwa telah terjadi perang antara kaum salafi, Asy’ariah dan Mu’tazilah, meski di antara mereka terdapat perbedaan teologis yang tajam. Memang benar kita memeroleh informasi tentang perang yang dikenal dengan “Hurub al Khawarij”, (pemberontakan khawarij), seperti juga peristiwa gerakan ‘Qaramithah” (Karamit) dan lain-lain. 

Akan tetapi perang-perang seperti ini tidak dipicu oleh perbedaan teologis, melainkan dikobarkan oleh kepentingan-kepentingan politik dalam rangka penguasaan atas rakyat. Perang antar kaum muslimin juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini yang seakan-akan (tampaknya) berlatarbelakang teologis. Misalnya perang antara Iran dan dinasti Otoman dan kaum Wahabi. Tetapi peneliti yang serius akan mudah menemukan bahwa semua perang tersebut adalah perebutan kekuasaan politik.

Sementara itu, “al-Hurub al-Dakhiliyyah” (perang saudara atau konflik internal) yang terjadi dalam dinasti Abasiah yang kemudian melumpuhkan umat Islam dilatarbelakangi oleh kerakusan para oknum penguasa dan karena hasrat-hasrat para pejabat yang rendah mereka. Akan tetapi penyakit terbesar yang merasuk dalam tubuh, akal dan semangat kaum muslimin adalah masuknya “orang-orang bodoh” dalam pemerintahan. “Al-Jahalah”, (orang-orang bodoh), adalah mereka yang berhati kasar dan sangat arogan. Mereka tidak mengerti Islam yang benar dan keimanan mereka semu dan tak mendalam,” (Farah Anton, Ibn Rusyd wa Filsafatuhu, Dar al-Farabi, Beirut, cet. I, 1988, h. 217-218).

Wallahu A’lam bi al Shawab.

KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU

https://jabar.nu.or.id/hikmah/konflik-dalam-islam-menurut-abduh-yVnUK

Author: Zant