KSM Unisma Gelar Pelatihan Sistem Pertanian Organik pada Tanaman

Malang, NU Online Jatim

Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (Unisma) Kelompok 74 menggelar sosialisasi dan pelatihan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sistem pertanian organik pada tanaman yang dipusatkan di Balai Dukuh Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Kamis (24/08/2023).

Sebagian besar kegiatan masyarakat di Dusun Banduarjo adalah sebagai petani. Pada umumnya, para petani bergantung pada pupuk kimia yang semakin hari harganya semakin mahal, sehingga mempengaruhi pendapatan para petani.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kiswanto penyuluh desa, Bapak Wagianto Ketua Gapoktan Desa Sumberpetung, Supriyono selaku petani yang telah sukses menerapkan pertanian organic, serta para petani warga Dusun Banduarjo.

Sebelum memberikan pelatihan, kelompok 74 menyampaikan terlebih dahulu bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pembuatan mikro organisme lokal atau MOL. Adapun bahan yang diperlukan antara lain air, nasi, EM4 pertanian dan tetes.

Sedangkan peralatan yang diperlukan yaitu ceting tempat nasi, ember, tali rafia dan plastik. Kegiatan selanjutnya yaitu pembuatan MOL dengan tahapan pertama, memasukkan nasi dingin kedalam ceting 1/3 bagian.

Kedua, tutup ceting dengan plastik lalu ikat dengan karet atau tali rafia. Ketiga, tanam ceting yang telah berisi nasi di perakaran pohon bambu dan biarkan selama 24 jam (lakukan penanaman ceting pada sore hari dan ambil kembali pada sore hari di atas jam 5 sore).

Keempat, setelah 24 jam ambil ceting yang sudah penuh dengan jamur trichoderma alam, tandanya jika berhasil, nasi akan dipenuhi dengan jamur putih seperti kapas. Kemudian taruh dalam ember plastik. Kelima, campurkan tetes (molases) dan EM4 Pertanian dengan nasi yang telah dipenuhi jamur dalam ember.

Keenam, tutup memakai plastik dan ikat dengan tali rafia atau karet. Biarkan selama 2 minggu. Ketujuh, setelah 2 minggu, buka tutup plastiknya. Tambahkan 10 liter dan aduk kemudian di saring. (penambahan air ini dilakukan setelah nasi berjamur + tetes (molases) di perap / fermentasi). Terakhir, cairan yang telah di saring siap digunakan.

Sementara Perangkat Desa Sumperpetung, Bapak Zainul sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sistem pertanian organik merupakan terobosan baru yang sangat inovatif untuk menunjang pertanian yang lebih mandiri dan ramah lingkungan.

“Petani yang semula bergantung pada pupuk kimia kini memiliki alternatif untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya,” ungkapnya.

Senada, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KSM-T Unisma, Abdullah Syakur Novianto, S.E., M.M. yang turut hadir sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini. Dengan menggunakan bahan utama nasi sisa, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Juga membantu memperbaiki struktur tanah tanpa adanya efek samping bagi tanah, tanaman dan lingkungan,” tandasnya.


https://jatim.nu.or.id/pendidikan/ksm-unisma-gelar-pelatihan-sistem-pertanian-organik-pada-tanaman-uJj4n

Author: Zant