Manusia Terbaik

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya salah seorang sahabatnya tentang manusia terbaik. Beliau menjawab: Orang yang umurnya panjang, dan baik aktivitasnya. Ketika beliau ditanya tentang manusia yang paling buruk, beliau menjawab: Yaitu manusia yang umurnya panjang dan buruk aktivitasnya (HR. Tirmidzi, 2330).

Dari hadits tersebut di atas, mengarahkan agar setiap diri manusia muslim memanfaatkan umurnya, agar bisa melahirkan karya-karya besar yang spektakuler, yang mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia. Jangan membiarkan umurnya berlalu, waktunya hilang dan tidak produktif. Betapa ruginya mereka yang mengabaikan waktu sehingga hilang percuma, dan bahkan menimbulkan keburukan yang menodai masyarakat.

Dalam QS. Al-Ashr disebutkan bahwa sesungguhnya semua manusia berada dalam kerugian, kecuali (1) mereka yang beriman, (2) beramal shaleh, (3) saling berwasiat tentang kebenaran, dan (4) saling berwasiat tentang ketabahan dan kesabaran. Empat hal yang disebutkan di atas, merupakan kebaikan yang luhur yang mendatangkan manfaat dan mengarahkan umat manusia agar memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk berbuat kebajikan dan kemaslahatan.

Mereka yang memanfaatkan waktunya dengan baik dan diisi dengan amal kebajikan, baik dari kalangan laki-laki dan perempuan, akan mendapatkan kehidupan yang baik pada masa kini dan akan mendapatkan balasan yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Setiap diri manusia harus memanfaatkan waktunya yang sangat berharga dengan keutamaan amal dan perbuatan. Mereka juga harus memelihara kewajiban-kewajiban yang ditetapkan oleh ajaran agama, yang bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah.

Dengan waktu yang dimiliki, hendaklah setiap diri manusia berusaha untuk memberantas kebatilan dan kemungkaran. Setiap orang yang menghadap kepada Allah dengan iman yang tinggi dan dengan amal kebajikan yang terpuji, maka mereka akan memperoleh kedudukan yang mulia, baik dalam kehidupan dunia, maupun dalam kehidupan akhirat.

Rasulullah Muhammad SAW memberikan petunjuk kepada seorang Arab Badwi yang datang kepadanya tentang aktivitas yang akan mengantarkan seseorang memperoleh kebahagian surgawi. Beliau menjelaskan (1) hendaklah kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, dan (4) berpuasa di bulan Ramadhan.

Setelah memperoleh informasi ini, orang Arab Badwi itu bersumpah: Demi Allah, yang jiwaku berada pada kekuasaan-Nya, aku tidak akan menambah sedikitpun dan tidak akan mengurangi apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW Setelah orang itu pergi, Nabi menginformasikan kepada para sahabat: Barang siapa yang ingin melihat seorang penghuni surga, maka lihatlah orang ini.

Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki manusia seperti umur, tenaga, harta, waktu, dan sebagainya, maka setiap orang muslim harus mengetahui mana amal yang lebih utama, amal yang utama, dan seterusnya. Amal yang paling utama harus diprioritaskan, baru kemudian amal-amal yang lainnya, mendahulukan yang terpenting sebelum yang penting.

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, salah seorang Mustasyar PBNU

https://jabar.nu.or.id/taushiyah/manusia-terbaik-F1BWg

Author: Zant