NU Jateng Sebut Lailatul Ijtima Bukan Sekadar Forum kumpul-kumpul Pengurus

Semarang, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KHM Muzamil menegaskan, kegiatan lailatul ijtima yang digelar secara rutin setiap bulan bukan sekadar forum kumpul-kumpul pengurus, akan tetapi sebenarnya merupakan tradisi Jamiyah NU yang perlu dilakukan setiap pertengahan bulan qamariyah. 

“Selain sebagai sarana doa bersama juga sebagai forum sarasehan guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi oleh umat, sehingga kehadiran NU dapat lebih memberikan manfaat kepada jamaah,” tegasnya.

Hal itu disampaikan Kiai Muzamil dalam acara ‘Lailatul Ijtima’ di Kantor PWNU Jateng Jalan dr Cipto 180 Kota Semarang, Selasa (12/7) malam.

Menurutnya, idealnya lailatul ijtima dilakukan di tingkat cabang, Majelis wakil cabang (MWC), dan Ranting NU secara terus menerus agar hubungan antar jamaah semakin baik dalam mewujudkan ukhuwah atau persaudaraan sesama warga.

“Pelaksanaan di tingkat ranting sebisa mungkin melibatkan warga NU untuk menyampaikan informasi organisasi dan menampung berbagai persoalan warga untuk dicarikan solusinya, sehingga kehadiran NU bisa dirasakan manfaatnya,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada tingkat Wilayah lailatul ijtima selalu dijalankan bersama pimpinan Badan Otonom dan Lembaga-Lembaga NU tingkat Wilayah, atau bisa juga dijadikan sebagai sarana open house dari para pihak yang terkait dengan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

“Karena dalam keseharian kita jarang bisa bertemu meski di PWNU sendiri sudah kita jadwalkan setiap hari Senin pengurus selalu berkumpul untuk koordinasi, namun pada praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Maka momentum lailatul ijtima bisa kita gunakan untuk silaturahim sekaligus konsolidasi,” terangnya.

Dalam amanatnya, Wakil Rais PWNU Jateng KH Ma’shum Abi Darda menekankan agar para pengurus dapat lebih aktif mengemban amanat yang telah diterimanya. “Jika dalam merawat hal-hal lama yang baik maka Nahdliyin telah menjalankan dengan baik. Namun perlu diimbangi dengan keberanian melakukan hal-hal baru yang lebih maslahat,” tegasnya.

Menurut Pengasuh Pesantren Salamah wa Barokah Dusun Canden, Kecamatan Tanon, Sragen tersebut, permasalahan yang dihadapi ummat membutuhkan keberanian mengambil inisiatif terhadap hal-hal baru yang lebih baik.

“Banyak hal dalam kehidupan kemasyarakatan perlu diantisipasi oleh para Pengurus NU, sehingga tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat dapat berperan positif guna mewujudkan masyarakat guyub, rukun, dan lebih bermartabat,” ucapnya.

Acara yang dihadiri para pimpinan Badan Otonom dan Lembaga-Lembaga NU tingkat Wilayah tersebut diawali dengan istighotsah diimami Katib PWNU KH Munib Abdul Muchid dan dilanjutkan dengan sarasehan yang dimoderatori oleh Sekretaris PWNU KH Hudalloh Ridwan Naim.

Pengirim: Insan Al-Huda


https://jateng.nu.or.id/regional/nu-jateng-sebut-lailatul-ijtima-bukan-sekadar-forum-kumpul-kumpul-pengurus-kJccf

Author: Zant