Pemuda di Bangkalan Lestarikan Makanan Tradisional Khas Lebaran Ketupat

Bangkalan, NU Online Jatim

Lebaran ketupat tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia utamanya Jawa-Madura. Momen lebaran ketupat biasa dilaksanakan saat tanggal 8 Syawal.

 

Di saat anak muda sibuk dengan gadget dan melakukan rekreasi ke berbagai tempat, Abdussalam salah satu warga Bangkalan memilih untuk belajar dan melestarikan makanan tradisional khas lebaran ketupat.

 

Dalam pantauan NU Online Jatim, Abdussalam belajar cara membuat lepet yang terbuat dari janur. Lepet sendiri merupakan makanan tradisional saat lebaran ketupat yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Dirinya belajar kepada sesepuh yang ada di rumahnya.

 

“Makanan tradisional lepet ini turun temurun. Kita sebagai anak muda pasti mewarisi makanan tersebut, lebih-lebih bisa membuatnya sendiri,” ujarnya, Senin (15/04/2024).

 

Alam sapaan akrabnya menyebut, proses pembuatan lepet tidak begitu rumit. Menurutnya, jika ada niat belajar pasti mudah dalam mengikat janur menjadi wadah untuk ketan bahan pembuat lepet.

 

“Sama seperti mengikat ketupat, hanya saja menurut saya proses wadah lepet itu lebih mudah karena identiknya gulung-gulung. Awalnya saya melihat orang-orang membuat, kemudian mencoba mengikat janur dengan dituntun sama sesepuh sembari dibimbing dan diarahkan. Akhirnya bisa mengikat sendiri,” terangnya.

 

Dirinya menyampaikan bahwa lepet merupakan makanan wajib tiap lebaran ketupat. Ia pun mengajak anak-anak muda untuk melestarikan makanan tradisional dengan cara terlibat aktif dalam proses pembuatannya.

 

“Belajar tentang hal-hal nuansa tradisional ini sangat penting bagi anak muda, karena di zaman modern bahkan digital ini banyak hal-hal tradisional yang punah dan dilupakan,” pungkasnya.


https://jatim.nu.or.id/madura/pemuda-di-bangkalan-lestarikan-makanan-tradisional-khas-lebaran-ketupat-5xfsz

Author: Zant