Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar mengatakan banyak pelajaran dari almarhum Prof KH Abd Muiz Kabry seperti kesederhanaan, istiqomah, bijaksana.

Parepare, NU Online
Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar mengatakan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari almarhum Prof KH Abd Muiz Kabry, mulai dari kesederhanaan, sifat istiqomah, serta bijaksana.

Hal itu disampaikan Kiai Miftah saat menghadiri haul kesembilan Prof KH Abd Muiz Kabry di Pondok Pesantren Al-Badr Bilalang Kelurahan Lemoe Kecamatan Bacukiki Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (7/9/2022).

“Apalagi beliau pernah menjabat sebagai Mustasyar di PBNU. Kedudukan di Mustasyar itu tidak sembarang orang, tentu melihat track record (rekam jejak) selama hidupnya,” kata Kiai Miftah.

Dalam tausiyah, KH Miftachul Akhyar menyinggung bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia pada tahun 2030. Adanya bonus demografi ini, banyak usia produktif yang akan mengendalikan kondisi bangsa.

“Jika ini tidak diisi dengan nilai-nilai keagamaan maka kepintaran atau kecerdasan yang dimiliki oleh generasi yang akan datang bukan untuk melakukan perbaikan tapi akan menghancurkan peradaban manusia,” ujarnya.

Pada sisi itulah, kata Kiai Miftah, fungsi dari pendidikan pesantren yang melahirkan generasi cerdas namun memiliki akhlak. Inilah juga warisan yang ditinggalkan almarhum Prof Muiz berupa Pondok Pesantren Al-Badr. Melalui pondok pesantren tersebut, diharapkan melahirkan generasi sesuai cita-cita almarhum. 

Kiai Miftachul Akhyar juga mengingatkan bahwa tujuan dari haul adalah untuk mendapat berkah dari almarhum apalagi dibarengi dengan doa dan zikir. Ketika doa dan zikir dilakukan maka umat Islam dikelilingi malaikat rahmah meskipun manusia awan tidak melihatnya.

Di akhir tausiyah KH. Miftachul Akhyar memimpin doa sekaligus sebagai acara penutup.

Haul kesembilan Prof Abd Muiz Kabry juga dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan instansi, Gubernur, Wali Kota, Ketua Tim Penggerak PKK Kakanwil Kakemenag setempat, Wakil Ketua DPRD, Anggota FKUB, hingga alumni Al-Badr. 

Sebelum sambutan dan tausiyah dari Rais ‘Aam PBNU terlebih dahulu diadakan yasinan dan tahlilan.

KH Zainal Abidin memberikan sekapur sirih tentang Prof Muiz hingga meneteskan air mata mengenang perjuangan almarhum Prof Muiz saat merintis Pondok Pesantren Al-Badr. 

Sementara Ustadz Nasrul Haq Muiz, Pimpinan Pondok sekaligus mewakili atas nama keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta haul sehingga acara ini berlangsung dengan sukses.

 

Ustadz Nasrul sempat menyampaikan ketika ingin menemui Rais ‘Am di Kantor PBNU, ada perasaan segan. “Apalagi saya sebagai anak muda ingin melaksanakan kegiatan terkait dengan orang tua kami,” kata Ustadz Nasrul. 

Editor: Kendi Setiawan
 

Download segera! NU Online Super App, aplikasi
keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung
aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

https://www.nu.or.id/daerah/hadiri-haul-prof-muiz-rais-aam-pbnu-ajak-santri-teladani-almarhum-l8T99

Author: Zant