Salah satu etika dalam Islam ialah membersihkan tempat tidur terlebih dahulu dengan cara mengibas-ibaskan tempat tidur dan merapikannya.

Pembaca yang budiman, telah kita maklumi bersama bahwa tidur merupakan istirahat yang paling baik untuk tubuh kita. Setelah beraktivitas selama seharian, tidur menjadi rutinitas yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Saat kita terlelap, bukan hanya tubuh kita yang beristirahat, namun otak kita juga ikut beristirahat, sehingga sangat penting untuk pemulihan energi. Saat terbangun, kita akan menjadi lebih siap untuk beraktivitas.

Sebagai agama yang mengharapkan kebaikan untuk semua peri kehidupan umatnya, Islam tak luput pula membahas persoalan tidur. Terdapat doa sebelum dan sesudah tidur yang membuat kita senantiasa teringat kepada Allah swt.

Selain itu, terkait persoalan tidur ini, Nabi Muhammad saw juga pernah mengingatkan Sahabat Abu Darda’ yang terlalu fokus beribadah hingga melupakan keluarga bahkan dirinya sendiri:

إن لربك عليك حقا ولنفسك عليك حقا ولأهلك عليك حقا فأعط كل ذي حق حقه 

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu memiliki hak yang harus kaupenuhi, dirimu memiliki hak yang harus kaupenuhi, keluargamu juga memiliki hak yang harus kaupenuhi, maka berikanlah hak mereka secara proporsional.”

Di antara hak tubuh (diri sendiri) yang dimaksud oleh Nabi ialah makan makanan yang thayyib (halal, enak dan menyehatkan), hak pemenuhan kebutuhan biologis dan hak istirahat.

Salah satu etika tidur dalam Islam yang penting sekali diperhatikan ialah sebelum tidur hendaknya kita membersihkan tempat tidur terlebih dahulu dengan cara mengibas-ibaskan tempat tidur dan merapikannya. Demikian pentingnya persoalan ini, hingga Nabi Muhammad saw pernah bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ

Artinya,“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050.)

Terkait hadits ini, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, juz XVII, halaman 31 menjelaskan:

ومعناه: أنه يستحب أن ينفض فراشه قبل أن يدخل فيه , لئلا يكون فيه حية أو عقرب أو غيرهما من المؤذيات , ولينفض ويده مستورة بطرف إزاره , لئلا يحصل في يده مكروه إن كان هناك

Artinya: “Bahwasanya (seseorang yang hendak tidur) disunnahkan untuk mengibaskan tempat tidurnya sebelum memasuki atau menempatinya, karena barang kali di situ ada ular, kalajengking atau hewan membahayakan lainnya. Hendaklah dia mengibaskan menggunakan tangan yang dilindungi dengan ujung bagian dalam kain sarungnya, karena bila ada sesuatu yang membahayakan maka tangannya tidak akan tersentuh oleh sesuatu tersebut.”

Dengan membersihkan tempat tidur, kita diharapkan akan terhindar dari berbagai macam bahaya atau penyakit yang bisa menghinggapi kita. Segala kotoran ataupun hewan-hewan yang membahayakan bagi kita bisa disingkirkan terlebih dahulu.

Bisa juga dikhawatirkan di tempat tidur kita terdapat benda-benda berbahaya yang bisa melukai kita seperti jarum, silet, paku, atau lainnya. Jika kita alpa melakukan bersih-bersih dan rapi-rapi sebelum tidur, dikhawatirkan bahaya bisa menghinggapi kita.

Dari sudut pandang ketaatan, jika kita membersihkan tempat tidur kita diniati ittiba’ atau ikut perintah Nabi, maka bukan hanya kualitas tidur yang baik yang bisa kita dapatkan, namun juga pahala karena telat mengikuti Rasulullah saw. Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.

Ustadz Ibnu Sahroji atau Ustadz Gaes

Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/ini-keutamaan-dan-pahala-membersihkan-tempat-tidur-8oBMz

Author: Zant