Siswa Madrasah NU Harus Miliki Karakter Kenusantaraan

Pekalongan, NU Online Jateng
Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Buaran, Kota Pekalongan menggelar pelepasan siswa kelas VI diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dan wali santri di Hotel Nirwana Jalan dr Wahidin pada Kamis (23/5/2025).

Ketua Yayasan MINU Buaran H Muhtarom mengatakan, sebagai madrasah di bawah naungan NU, MINU bertekad menanamkan pondasi yang kuat bagi siswa berupa pembiasaan adab, akhlak, kedisiplinan, dan karakter kenusantaraan juga pemahaman agama dengan manhaj yang lurus.

“Untuk menunjang itu semua, maka seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di MINU Buaran harus mengajari anak didik dengan keilmuan agama yang sanadnya bersambung sampai Rasulullah saw,” ujarnya.

Muhtarom yang juga ketua PCNU Kota Pekalongan itu menyampaikan, selain mengajarkan ilmu juga menggembleng mental anak didik agar siap menghadapi berbagai tantangan zaman dengan bekal ilmu agama dan skill yang memadai.

“Oleh karena itu, kami mohon kepada orang tua siswa supaya mengarahkan putra putrinya untuk melanjutkan jenjang pendidikan sesuai dengan pondasi yang sudah ditanamkan di MINU Buaran, baik ke pesantren atau madrasah dan sekolah di luar pesantren.” ucapnya.

Dirinya berharap para alumni yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat dasar di MINU Buaran bisa menjadi generasi NU yang kelak siap berkhidmah di masyarakat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Harus dapat menjadi generasi yg layak dibanggakan oleh orang tua, guru, dan masyarakatnya,” tegasnya.
 

Kepala MINU Buaran Muhammad Anis Hilmy kepada NU Online Jateng menjelaskan, ada 104 siswa dari 4 kelas yang tahun 2024 berhasil menyelesaikan belajar selama 6 tahun di MINU Buaran dengan kelulusan 100%.

“Alhamdulillah seluruh keluarga besar MINU Buaran bersyukur dengan keberhasilan yang telah diraih oleh anak didiknya. Tentu ini bukan akhir dari proses pembelajaran. Kami berpesan agar bisa meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi baik ke madrasah, sekolah, atau pesantren,” ungkapnya.

Dikatakan, di MINU sendiri anak didiknya telah mendapatkan dasar-dasar pendidikan keagamaan yang kuat, apalagi sejak 6 tahun terakhir ada program khusus yakni siswa-siswi diwajibkan hafal Al-Qur’an khususnya pada juz 30 dan surat-surat pendek sebagai tambahan.

“Sehingga anak didik kami telah mendapatkan bekal dasar yang cukup, meski harus ditingkatkan khusus yang mengikuti program takhassus bisa hafal sampai 30 juz,” terangnya.

Anis berpesan, agar usai belajar di MINU Buaran tetap menjaga nama baik almamater (madrasah), jaga sikap baik, tetap sopan santun, dan juga selalu amalkan ilmu-ilmu agama yang bercorak aswaja harus menjadi pegangan wajib.

“Jangan meninggalkan nilai-nilai keaswajaan dalam bertindak dan bersikap di manapun alumni MINU berada, karena ini menjadi ciri khas santri NU,” pungkasnya. 

Tampak hadir dalam acara pelepasan siswa MINU Buaran antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan yang juga Wakil Katib PCNU Kota Pekalongan KH Kasiman Mahmud Desky dan beberapa tamu undangan khusus lainnya.

Penulis: M Ngisom Al-Barony


https://jateng.nu.or.id/madrasah/siswa-madrasah-nu-harus-miliki-karakter-kenusantaraan-SMpby

Author: Zant