Tips dari Santri Peraih Beasiswa LPDP Magister UB

Malang, NU Online Jatim

Salah satu santri penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah M Bustomi Fajari. Ia membagikan bebeberapa tips lolos beasiswa berbekal pengalamannya lolos di Universitas Brawijaya (UB) Program Studi Ilmu Ekonomi Strata-II Angkatan Gavesha Nirwasita PK-178.

Pemuda kelahiran Pekalongan Jawa Tengah 1998 ini sejak menyelesaikan kuliah Beasiswa Bidikmisi Strata-1 Ekonomi Bisnis Islam UB, juga santri aktif Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Gading Kota Malang. Hingga akhirnya berkesempatan melanjutkan S-2 di almamater yang sama.

Bustomi mempersiapkan 6 bulan sebelum pendaftaran. Ia mulai mencari-cari tahu tentang  LPDP. Termasuk mengamati instagram resmi LPDP, bahkan ikut grup-grup calon pendaftar di telegram.

“Termasuk ada beberapa teman yang sudah menjadi awarde LPDP, sehingga saya menggali informasi banyak. Itu saya lakukan jauh hari sebelum pembukaan LPDP. Begitu dibuka, tahu tentang bagaimana prosedurnya, mekanisme, dan syarat-syaratnya,” ungkapnya, Selasa (29/11/2022).

Pemuda yang pernah diamanahi Ketua Mahasiswa Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) UB ini mengaku, awal persiapan itu berkas administrasi. Harus ditata secara rapi, dan diusahakan benar-benar disesuaikan booklet pada tahun sekarang. Lantaran ada beberapa ketentuan yang biasanya berbeda di tahun sebelumnya.

Seperti harus disesuaikan berupa format, size dan sebagainya. Bustomi juga menyarankan bisa matriks atau tabel checklist persyaratan yang dibutuhkan.

Ketika sudah lengkap, ia kemudian masuk pendaftaran membuat username di website resmi LPDP jika sudah waktunya dibuka. Artinya tinggal memmasukkan saja dari semua berkas yang diprasyaratkan. Mulai scan berkas yang ada KTP, KK data diri, ijazah, sampai sertifikat TOEFL.

“Cek list  apa saja yang belum, apa saja dan yang lain dari berkas. Menurut saya, yang paling dipersiapkan jauh-jauh adalah cerita TOEFL dan kontribusi atau proposal studi kita,” paparnya.

Dirinya mengaku, essay dengan jumlah kata 1.500-2.000 kata cukup menyita waktu. Namun, para pendaftar tidak perlu khawatir, sudah banyak tips trik di beberapa channel YouTube para awarde atau penerima beasiswa LPDP. Tinggal bagaimana ada kemauan dari para pejuang beasiswa.

“Akhirnya saya tahu bagaimana membuat essay begini, cara membuat isi proposal study. Detailnya, caranya supaya kalimat argumen kita diterima begini. Ketika selesai tinggal upload,” ulasnya.

Bustomi menyarankan dalam upload berkas agar tidak terlalu mepet ambang batas waktu. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya server eror.

“Kalau kita upload pada jam itu risiko sangat banyak. Karena yang mengupload waktu itu sangat banyak sehingga kemungkinan websitenya overload,” imbuhnya.

Ketika sudah lolos tes tulis, tahap selanjutnya adalah tes wawancara. Biasanya ada dua penguji, pertama soal wawasan akademik dan satunya seorang psikolog.

Jarak antara tes tulis dengan tes wawancara terbilang lama. Oleh karena itu, Bustomi memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar mempersiapkan tes wawancara. Tak hanya itu, ia berusaha mengumpulkan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan sebanyak 100 soal.

Ia juga menekankan untuk tetap berdoa. Serta ada tiga orang tua yang harus didapatkan restunya. Yaitu, pertama adalah orang tua kandung, kedua yakni guru dan ketiga ialah orang tua mertua (bila sudah berkeluarga).

“Ketika saya mau menghadapi tes ujian, karena saya di pondok, saya selalu sowan (silaturrahim) terlebih dahulu untuk meminta restu ke pengasuh pondok,” terangnya.

Pria yang pernah juara 1 kategori e-Store dalam Ajang Lomba The 5th Universitas Teuku Umar Awards Aceh 2019 silam ini mengakui, perjuangan meraih beasiswa tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan. Tidak tiba-tiba datang begitu saja tetapi, perlu dijemput dan perlu dikejar.

“Dulu saya awal masuk kuliah (Strata-1) di UB, alhamduliah dapat Beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Perjuangan saya lakukan sedari kelas aktif baik Osis hingga ikut lomba-lomba,” jelasnya.

Dari keaktifan baik akademik maupun non akademik menjadi nilai tambah. Karena salah satu prasyarat juga harus melampirkan rekomendasi dari sekolah bagi Strata-I dan rekomendasi dosen jika LPDP masuk Strata II.

Ada hal yang menarik perihal motovasinya mendaftar beasiswa. Bustomi tidak ingin merepotkan orang tua yang masih ada di rumah. Saat itu, ia berada di kelas 3 Madrasah Matholi’ul Huda Pondok Gading banyak sekali kegiatan di akhir kelulusan.

Pasca lulus Strata-I, banyak tawaran untuk bekerja, mengajar ataupun berwirausaha. Akan tetapi, ia tidak mau meninggalkan kegiatan pondok mengaji kitab. Sehingga memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP, yang ternyata dikemudian hari membuatnya terus mengaji dan meniti beasiswa di kampus ternama di Kota Malang.


https://jatim.nu.or.id/malang-raya/tips-dari-santri-peraih-beasiswa-lpdp-magister-ub-GAFM8

Author: Zant